Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Mudik Sebelum Terlambat, Ikuti Apa Kata Pemerintah

JANGAN MUDIK SEBELUM TERLAMBAT


Mudik, jika kita mendengar kata ini pertama kali pasti kita sudah tentu langsung menggambarkan orang tua kita, bagaimana kampung halaman kita, tempat kita bermain, teman-teman sekolah, bahkan semua hal tentang masa lalu kita mulai dari kecil sampai kita dewasa langsung terlintas di benak kita

Mudik selalu familiar ketika kita sedang memasuki bulan Ramadhan atau menjelang mendekati lebaran idul fitri bahkan bagi sebagian orang mudik sudah menjadi hal yang wajib untuk kita pulang kekampung halaman berkumpul dengan keluarga dalam balutan halal bi halal

Dalam beberapa bahasa daerah Mudik memiliki beberapa arti seperti dalam bahasa jawa mudik dimaknai "mulih disik" atau pulang dulu, dalam bahasa banten mudik yaitu udik atau kampung, semua ini tidak lain bertujuan karena mudik memiliki makna pulang kampung selama beberapa hari tertentu dimana aktivitas ini selalu dilakukan dalam setiap bulan ramadhan dan menjelang lebaran Idul Fitri

Namun ada hal yang berbeda di Tahun 2021 ini dimana pemerintah melarang pelaksanaan mudik bagi masyarakat khususnya yang beragama muslim dikarenakan alasan kesehatan yaitu mencegah penyebaran virus COVID-19 sehingga perlu adanya protokol kesehatan yang diterapkan, walaupun mudik sendiri juga dilakukan oleh beberapa orang yang bukan beragama Islam dikarenakan banyak dari instansi pemerintah dan perusahaan yang mengikuti libur kalender nasional.

lalu bagaimana seharusnya sikap kita ketika pemerintah melakukan pelarangan mudik ini, tentunya bagi sebagian orang ini adalah sebuah diskriminasi bagi umat tertentu dikarenakan Pemerintah selalu membatasi hal-hal yang terkait dengan aktivitas Agama mayoritas apakah Pemerintah Anti Pada Agama Mayoritas tersebut? yang mana sering kali ditangkap sebuah ketakutan pada Agama Mayoritas tersebut disebabkan oleh Pemerintah menganut Paham tertentu benarkah demikian ???

Sebelum mengkaji hal-hal demikian yang saya ajak dari pembaca pertama adalah mari sejenak kita berdoa Kepada Tuhan agar kita diampuni segala dosa dari prasangka apapun karena Tuhan pernah berfirman AKU menurut Prasangka hambaKU, setelah mendengar hal ini sebenarnya kita bisa sedikit sadar bahwa jika kita berprasangka kepada sebuah kejadian sebenarnya kita sedang berprasangka kepada Tuhan karena apa dikarenakan kita telah menjadi orang yang tidak percaya kepada sesuatu kejadian datangnya dari Tuhan dan jika semuanya dari Tuhan tentunya sudah pasti baik tidak hanya bagi kita bahkan bagi seluruh semesta Alam.


Baca Juga : Ber Tuhan atau Beragama yang seharusnya kita pilih


Banyak orang mengatakan bahkan tidak percaya dengan adanya virus corona ini sebagian orang mengatakan ini adalah konspirasi mereka terus menerus mengatakan hal-hal tuduhan yang mana ini adalah prasangka kepada orang lain, namun sebagaian orang lagi yakin bahwa memang virus ini ada.

Dari kejadian ini sebenarnya kita sudah menyadari terjadi perbedaan pendapat yang mana yang benar namun bukanlah itu yang menjadi tujuan kita karen Rosul sendiri bersabda perbedaan diantara umatku adalag anugrah, namun perbedaan pendapat yang bagaimana yang bisa menjadi anugrah? tentunya jika kita melihat sikap Rosul yang menjadi rujukan semua Umat Muslim ataupun yang beragama Islam tanpa terkecuali tentulah Rosul pasti menjawab Anugrah yang dimaksud adalah yang tidak menimbulkan amarah, perpecahan, konflik, apalagi sampai-sampai memutus silaturrahim.

Baca Juga : Tips Diet Selama Bulan Ramadhan

Bagaimana kita melihat sisi tersebut jika setiap kali Pemerintah mengeluarkan kebijakan kita selalu menolak seolah-olah kita adalah kebenaran semua pendapat dari kita adalah kebenaran bahkan pasti benar, tanpa menerima alasan-alasan pihak lain kita senang konflik terjadi amarah dimana-dimana apakah ini datangnya dari Tuhan atau sebenarnya Setan sedang bergembira akan hal ini.

Jika kita merenungkan sebenarnya kita sedang menjalani sebuah siklus seleksi keyakinan paling dasar kepada Tuhan, yaitu percaya kepada Takdir Tuhan.

Sadarkah kita semua yang lolos seleksi ini sebenarnya sedang diuji oleh sebuah rasa syukur dan sabar yang mana ini adalah tingkat keimanan paling tinggi bagi umat Islam bahkan Rosul sendiri bersabda "Iman adalah kesabaran dan lapang dada" inilah sebuah tanda bahwa kita sedang diuji sebenarnya ini hanya sebentar namun sering kali ketika kita belum menerima ini semua dengan rasa sabar dan syukur akhirnya apa yang sedang diuji terjadi berlarut-larut bahkan sampai akhir hayat kita mati dalam keadaan mengeluh karena pendemi ini, apakah sikap yang benar seperti ini tentunya tidak.

Dari dulu sampai sekarang Tuhan melalui ciptaannya alam semesta ini selalu menyeleksi bahkan kita sering sekali mendengar kepunahan-kepunahan namun apakah diantara kepunahan-kepunahan itu tidak ada hal yang bagus? tentu saja tidak bayangkan jika masih ada makhluk-makhluk yang dianggap raksasa masih ada sampai sekarang bagaimana susahnya kita hidup seperti itu.

Bagi kita umat muslim sudah sepatutnya kita sadar jangan sampai terlena hanya karena kesusahan-kesusahan ini, kita harus terus yakin ini semua kebaikan yang datangnya dari Tuhan tidak ada keburukan didalamnya berprasangkalah yang baik jangan sampai kita Kehilangan Tuhan kita memarahi Tuhan karena takdir ini karena segala sesuatu yang datangnya dari Tuhan adalah sebuah wujud kecintaan dan kasih sayang-NYA, DIA hanya ingin kita bersandar hanya kepada-NYA, DIA hanya ingin kita yang selama ini lalai akan dunia kembali kepada-NYA tidak ada yang salah dengan kejadian pendemi ini yang salah adalah ketika kita salah merespon bagaimana seharusnya sikap kita dengan ujian ini lewatkah kita? remedial kah kita atau kita mati dalam keadaan mengeluh dan berprasangka buruk akan hal ini? Baca Juga : Hal Unik Seputar Idul Fitri

Semangat kawan akan ada masa yang lebih dahsyat kesakitannya dari ini yaitu Hari Kiamat jangan sampai karena hal ini saja kita sudah menganggap ini adalah Kiamat, bagaimana pula nanti di Neraka??? sudah siapkah kita??? tepuk dada tanyakan pada hati masing-masing. 

Posting Komentar untuk "Jangan Mudik Sebelum Terlambat, Ikuti Apa Kata Pemerintah"