Benarkah, Sebenarnya Panglima Terkenal Gajah Mada Mati Di Aceh Tamiang ???


Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar dari pulau jawa yang terkenal, didirikan oleh raden wiajaya kemudian mengalami puncak kejayaannya pada masa hayam wuruk dimana saat itu memiliki mahapatih yang terkenal dengan nama gajah mada, bahkan menurut catatan sejarah kerajaan majapahit memiliki kekuasaan di negara malaysia, singapura, dan thailand begitu besarnya wilayah kerajaan majapahit pada masa itu.

ada hal menarik jika kita bercerita tentang kerajaan majapahit bahkan sangat jarang sekali terungkap ke publik bahwa dimanakah sebenarnya kematian sang mahapatih gajah mada, disini saya mencoba mengungkapkannya berdasarkan informasi-informasi yang saya himpun dari berbagai cerita masyarakat setempat yang sangat yakin akan kebenaran cerita tersebut.

pada masa kerajaan aceh tamiang yang dipimpin oleh seorang raja tamiang, kerajaan ini memiliki seorang putri yang sangat terkenal akan kecantikannya bahkan kecantikannya ini membuat sang raja kerajaan majapahit jatuh hati padanya yang kemudian diutus lah beberapa utusan untuk meminta sang raja menjadi pendamping hidupnya namun ketika utusan itu datang melamar sang gadis, sang gadis itu menolak untuk menerima pinangan dari kerajaan majapahit tersebut, sehingga sebagai kerajaan yang besar ini adalah suatu bentuk penghinaan terhadap kerajaan yang mana akhirnya sang raja memerintahkan langsung sang mahapatih gajahmada untuk menaklukkan kerajaan itu untuk bisa menguasai dan kemudian berencana merebut sang putri.

dengan mengarungi lautan menggunakan kapal pasukan kerajaan majapahit berangkat ke kerajaan aceh tamiang yang dipimpin langsung sang mahapatih gajah mada, bahkan peninggalan jejak kehadirannya sampai hari ini bahkan masyarakat setempat memberikan nama sungai tersebut dengan sebutan sungai keruk yang berarti sungai yang dikeruk karena ketika pasukan gajah mada datang sang raja memerintahkan menutup akses masuk dari laut sehingga pasukan ini berinisiatif menyerang masyarakat setempat dan membuka akses sendiri dengan melaukan pengerukan sungai untuk bisa masuk ke kerajaan aceh tamiang.

beberapa nama tempat yang tidak asing sendiri dinamai langsung menjadi nama yang berhubungan dengan sang mahapatih gajah mada tersebut seperti nama desa arung gajah, yang berarti gajah mada pernah mengarungi tempat itu saat mereka hendak menyerang kerajaan tamiang ini.

mendengar penyerangan ini raja tamiang tentunya tidak tinggal diam peperangan yang terjadi dipesisir kerajaannya membuat raja tamiang terdesak karena begitu kuatnya pasukan kerajaan majapahit yang menyerang hingga sang raja tamiang meminta bantuan kepada kerajaan aceh saat itu yang dipimpin langsung oleh Sultan Iskandar Muda, mendapat permohonan ini sang Sultan langsung bergerak memerintahkan pasukannya untuk pergi berperang membantu kerajaan tamiang namun saat itu sultan terus berpikir siapa yang pantas menghadapi seorang mahapatih gajah mada kemudian dia menunjuk raja dibawahnya yaitu sang raja hitam.

pasukan kerajaan aceh sendiri saat itu dimpin oleh seorang raja juga yang terkenal dengan sebutan raja hitam, karena memiliki kekuatan hitam yang terkenal bahkan semua penampilannya dari ujung kuku kaki sampai ujung rambut kepala juga berwarna hitam bahkan salah satu menyebutkan bahwa raja ini sudah bersekutu dengan jin makanya dia mendapatkan hal seperti itu.

dengan mendapat perintah dari sultan iskandar muda berangkatlah sang raja hitam tadi ke kerajaan aceh tamiang, pasukan aceh tamiang saat itu terus terdesar sampai ke daerah yang saat ini dinamakan kecamatan manyak payed, disitulah peperangan sengit terjadi antara pasukan gabungan kerajaan tamiang dan kerajaan aceh yang dipimpin raja hitam berhari-hari bahkan berbulan-bulan peperangan berlangsung pasukan majapahit akhirnya bisa dikalahkan berkat kekuatan supranatural raja hitam tadi, menurut cerita gajah mada mati ditangan sang raja hitam menggunakan senjata khusus dari raja hitam bahkan dikisahkan pedang tersebut masih ada sampai sekarang namun dipegang oleh juru kunci karena kekuatan dari pedang yang ditinggalkan sang raja hitam sangat berbahaya jika digunakan oleh salah orang.

gajah mada sendiri dikabarkan tewas dengan kepalanya terpenggal namun diyakini dia memiliki kekuatan mistis untuk hidup kembali apabila badan dan kepalanya disambung kembali, sang raja itam yang tau akan kekuatan dari gajah mada tersebut memerintahkan kepada pasukan majapahit untuk mundur dengan hanya membawa badan dari gajah mada itu sendiri namun kepala dari sang gajah mada itu dikubur di tempat peperangan yang menyebabkan kematian sang mahapatih itu, bahkan nama tempat tersebut dinamakan dengan manyak payed, karena logat bahasa suku aceh yang membuat nama itu sehingga terciptalah nama manyak (maja) payed (pahit) sehingga jika dianalogikan sama dengan nama kerajaan majapahit, namun sampai sekarang lokasi kuburan kepala gajah mada itu masih menjadi misteri bahkan jika ada yang tau mereka disumpah untuk tidak memberitahukan lokasinya.

itulah tadi salah satu cerita hikayat yang menarik yang ada di daerah kabupaten aceh tamiang untuk kebenarannya sendiri penulis juga hanya mendapatkan cerita-cerita ini dari masyarakat-masyarakat setempat

0 Response to "Benarkah, Sebenarnya Panglima Terkenal Gajah Mada Mati Di Aceh Tamiang ???"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel