Pembunuhan Sadis 2 Tahun Silam Baru Terbongkar, Kenapa Orangtua Korban Tidak Mencarinya?




Pembunuhan sadis yang menewaskan Andi Prawangsa, 19, warga Pepelegi, Waru, Sidoarjo baru terkuak setelah dua tahun berlalu. 
Kenapa orangtua korban tidak mencarinya? 

 
Wadir Reskrimum Polda Jatim AKBPTeguh mengungkapkan, pihak keluarga korban Andi Prawangsa sebenarnya sudah mencari keberadaan anaknya, baik lewat paranormal maupun bertanya ke kerabatnya. Orangtua tidak menduga anaknya akan tewas dengan cara tragis.
Meski begitu, orang tua korban tahu kalau sebelum hilang anaknya tengah dicari Abu Dawud, pembunuhnya .


"Soal apa, orang tuanya tidak tahu," terangnya.
Menurut Teguh, solidnya kelompok anak jalanan yang dipimpin Abu Dawud membuat peristiwa tersebut tertutup rapat.
Beruntung polisi mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya penganiayaan dan pembunuhan tersebut.


Seperti diketahui, terbongkarnya pembunuhan dua tahun lalu berkat informasi dari saksi kunci yang melihat adanya penganiayaan dan pembunuhan.
Namun saksi kunci ini mengaku tidak tahu lokasi persisnya pembuangan mayat korban.Petugas lalu bekerja untuk mengungkap keberadaan mayat tersebut. 
Akhirnya kecurigaan petugas muncul setelah melihat ada empat sumur, satu di antaranya dicor.


Dari kecurigaan itu, sumur dibongkar dan ternyata di bagian dalam penuh dengan bongkahan batu dan gragal.Untuk menggali ini, petugas dibantu masyarakat harus bekerja ekstra karena harus mengambil satu persatu bongkahan yang ada.
Setelah menyentuh kedalaman hingga 2,5 meter mulai terlihat selimut warna merah motif kembang.


Setelah digali lagi ditemukan tulang bagian kaki dan tulang lainnya. Diduga kuat, saat korban dibuang bagian kepalanya ditaruh bagian bawah.
Setelah itu ditimbun dengan bongkahan yang ada di sekitar lahan kosong. (tribunnews)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembunuhan Sadis 2 Tahun Silam Baru Terbongkar, Kenapa Orangtua Korban Tidak Mencarinya?"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Loading...